JAMBIKLIK. ID, BUNGO — Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menyiapkan anggaran hampir Rp5 miliar untuk penataan kawasan Jalan M. Saidi. Proyek yang digadang-gadang menjadi ikon baru kota itu kini mulai menuai perhatian publik.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP), total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp4.950.000.000, yang dibagi ke dalam dua paket pekerjaan utama, yakni penataan pedestrian dan pembangunan taman.
Untuk penataan pedestrian dan utilitas Jalan M. Saidi, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp3,05 miliar. Sementara pembangunan Taman M. Saidi menyerap anggaran Rp1,9 miliar.
Dua proyek ini dirancang berjalan beriringan, dengan konsep integrasi antara jalur pejalan kaki dan ruang terbuka hijau. Pemerintah daerah memproyeksikan kawasan tersebut akan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus mempercantik wajah kota.
Namun, di balik ambisi tersebut, besarnya anggaran yang digelontorkan mulai memunculkan pertanyaan publik. Apakah proyek ini benar-benar menjadi kebutuhan prioritas masyarakat, atau sekadar proyek besar yang berorientasi pada estetika semata?
Tender Terbuka, Tapi Tetap Jadi Sorotan!
Dinas Perkim memastikan kedua proyek tersebut tidak dilakukan melalui penunjukan langsung, melainkan melalui mekanisme tender terbuka.
Proses lelang dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juni 2026, dengan syarat pemenang wajib menggunakan Produk Dalam Negeri (PDN) serta melibatkan pelaku usaha kecil atau koperasi lokal.
Meski demikian, mekanisme tender tetap menjadi perhatian publik, mengingat pengalaman proyek-proyek sebelumnya yang kerap menuai sorotan terkait transparansi dan hasil akhir pekerjaan.
Waktu Singkat, Target Besar
Kontraktor yang memenangkan tender nantinya akan dihadapkan pada waktu pengerjaan yang relatif singkat. Proyek dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 dan harus rampung pada November 2026.
Dengan waktu sekitar lima bulan untuk dua proyek besar yang berjalan bersamaan, muncul kekhawatiran terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
“Kalau waktunya sempit, yang dikejar biasanya hanya selesai, bukan kualitas,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Publik Minta Jangan Ada Indikasi Pengaturan Pemenang Proyek!
Proyek penataan kawasan Jalan M. Saidi kini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi ujian bagi tata kelola anggaran dan pelaksanaan proyek di Kabupaten Bungo.
Publik menanti apakah proyek ini benar-benar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, atau justru kembali menjadi proyek yang menuai kritik di kemudian hari.
Dengan nilai anggaran yang tidak kecil, transparansi, pengawasan, dan kualitas pelaksanaan menjadi kunci agar proyek ini tidak sekadar menjadi “proyek mercusuar” tanpa dampak signifikan.
Publik berharap ke depan pemerintah daerah dapat memastikan seluruh proyek berjalan secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Publik juga berharap jangan ada indikasi pengaturan penentuan rekanan yang dilakukan pejabat dinas terkait.
"Kami meminta keterbukaan dan mengunakan produk lokal," kata publik yang enggan menyebutkan namanya.
(Redaksi)











Social Plugin