JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI - Tradisi bincik pedang khas Tanjung Pauh Mudik kembali hidup menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Kedepatian Adat Lima Desa yang direncanakan berlangsung pada Juli 2026 mendatang.
Suasana latihan bincik di Lima Desa kerap diwarnai dengan denting pedang di malam hari. Aktivitas tersebut menjadi pemandangan rutin masyarakat sebagai bentuk persiapan menyambut perhelatan adat terbesar yang digelar lima tahun sekali itu.
Menariknya, latihan bincik tidak hanya diikuti kalangan pemuda, tetapi juga anak-anak hingga orang tua turut ambil bagian. Semangat kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa budaya warisan leluhur masih terus hidup dan dicintai masyarakat.
Bincik pedang sendiri merupakan salah satu bentuk seni bela diri tradisional khas Tanjung Pauh Mudik yang mengandung nilai keberanian, kekompakan, serta penghormatan terhadap adat istiadat nenek moyang.
Depati Anum Anderson mengatakan, latihan bincik menjadi salah satu upaya menjaga identitas budaya masyarakat Lima Desa agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman modern.
“Bincik bukan sekadar pertunjukan, tetapi warisan adat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Depati Anum Anderson.
Nantinya, atraksi bincik pedang direncanakan menjadi bagian dalam rangkaian prosesi Kenduri Sko 2026, bersama berbagai penampilan adat dan seni tradisional lainnya.
Masyarakat berharap Kenduri Sko mendatang dapat menjadi simbol persatuan sekaligus momentum kebangkitan budaya adat di wilayah Kedepatian Adat Lima Desa Tanjung Pauh Mudik.











Social Plugin