JAMBIKLIK.ID, BERITA MUARO JAMBI - Persoalan sengketa lahan antara warga Seponjen Kecamatan Kumpeh vs PT Bukit Bintang Sawit (BBS) masih terus bergulir. Warga meminta pihak PT BBS memberikan hak mereka dalam pola kemitraan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk mengurai benang kusut persoalan sengketa lahan ini, telah dilaksanakan beberapa kali rapat atau pun pertemuan pihak-pihak terkait. Namun nampaknya titik temu itu belum jua tercapai.
Sebelumnya, pada 17 November 2022, diadakan pertemuan antara warga desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Seponjen. Dalam pertemuan tersebut ada beberapa poin yang dihasilkan diantaranya masyarakat desa Seponjen menolak hasil rapat pada Selasa (8/11/22) yang dilaksanakan di Sengeti. Masyarakat juga meminta pembagian lahan khusus di wilayah administrasi kecamatan Kumpeh, lahan tersebut adalah lahan yang sudah produksi. Selanjutnya, poin keempat warga meminta pembagian lahan tersebut tidak tergabung dengan desa lain. Apabila 4 poin tersebut tak dipenuhi, maka warga akan melakukan penguasaan lahan PT BBS di Desa Seponjen dikarenakan pihak perusahaan yang sudah 15 tahun beroperasi di sana namun tak kunjung ada kejelasan tentang pola kemitraan.
Selang waktu berlalu, nampaknya keinginan warga tak dipenuhi. Hari ini, Kamis (8/12/22), warga menggelar aksi seperti yang sudah mereka sampaikan sebelumnya. Terlihat, belasan warga berada di lokasi lahan PT BBS meminta hak mereka.
Mereka membangun tenda di lokasi lahan perusahaan. Mereka menyebut tak akan menghentikan aksinya sebelum ada solusi atau kejelasan terkait tuntutan mereka.
"Kami berharap kiranya pemkab Muaro Jambi bisa memberikan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan konflik agar masyarakat desa Seponjen mendapatkan keadilan sehingga kami tidak melakukan aksi penguasaan lahan kebun PT BBS ini," kata Afrizal Mahadi, perwakilan masyarakat Desa Seponjen Kamis (8/12/22).
"Hari ini kami berdiri di sini meminta ketegasan pemerintah, agar persoalan ini tak berlarut," sambung Afrizal.
Hingga berita ini dinaikkan belum ada keterangan dari pihak perusahaan. Media masih mencoba mengkonfirmasi pihak perusahaan meminta tanggapannya terkait aksi warga ini. (*)


















Social Plugin