Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Proyek Normalisasi Sungai Air Sempit Tuai Kritik

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA SUNGAI PENUH - Proyek normalisasi Sungai Air Sempit di Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, kembali menuai sorotan publik. Pekerjaan yang berada dalam lingkup pelaksanaan PT Wijaya Karya (WIKA) melalui vendor atau subkontraktor tersebut dinilai masyarakat setempat dikerjakan secara asal-asalan dan jauh dari hasil maksimal.

Pantauan di lokasi menunjukkan pengerjaan normalisasi belum menyentuh kebutuhan utama. Kondisi sungai masih terlihat berantakan dan alur sungai dinilai tidak mengalami perubahan signifikan. Warga menilai pekerjaan tersebut terkesan hanya dilakukan untuk menggugurkan kewajiban.

Ironisnya, pelaksanaan proyek justru memunculkan persoalan baru. Tanggul atau tembok penahan tebing yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga dilaporkan roboh dan rusak akibat aktivitas alat berat berupa ekskavator yang beroperasi di sepanjang bantaran sungai.

Sejumlah warga mengaku kecewa dan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan tersebut. Mereka menegaskan bahwa PT WIKA sebagai kontraktor utama tidak dapat melepaskan tanggung jawab, meskipun pelaksanaan teknis dilakukan melalui vendor atau subkontraktor.

“Kalau pekerjaan dilakukan dengan rapi dan sesuai prosedur, tidak mungkin tembok penahan tebing kami sampai roboh. Kami siap mengumpulkan tanda tangan warga jika tidak ada penyelesaian,” ungkap salah seorang warga saat ditemui di lokasi.

Sumber internal yang ditemui secara terpisah menyebutkan bahwa salah satu pihak yang bekerja di lapangan adalah CV VS Kerinci sebagai vendor di bawah naungan PT WIKA. Bahkan, menurut sumber tersebut, kinerja vendor tersebut belakangan dinilai kurang memuaskan oleh pihak PT WIKA sendiri.

Informasi yang berkembang di masyarakat memperkuat dugaan tersebut. CV VS Kerinci disebut-sebut kerap menjadi sorotan karena dinilai bekerja tanpa standar teknis yang memadai.

Warga pun mendesak agar CV VS Kerinci bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

“Kalau memang CV VS Kerinci yang mengerjakan, kami minta mereka turun langsung dan mengganti kerugian. Jangan hanya menerima proyek, tapi ketika merusak fasilitas masyarakat malah diam,” ujar salah seorang tokoh pemuda setempat.

Masyarakat menegaskan bahwa penyelesaian masalah tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada subkontraktor. PT WIKA sebagai pemegang mandat pekerjaan dinilai wajib memastikan kualitas pelaksanaan serta bertanggung jawab atas seluruh dampak yang ditimbulkan dari proyek tersebut.

Kuat dugaan, lemahnya pengawasan serta minimnya koordinasi antar pihak menyebabkan pelaksanaan normalisasi Sungai Air Sempit tidak berjalan sesuai tujuan. Warga kini mendesak PT WIKA dan BWSS VI Jambi untuk segera turun langsung melakukan evaluasi di lapangan, termasuk membuka informasi terkait pihak yang bertanggung jawab secara kontraktual.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Wijaya Karya (WIKA), BWSS VI Jambi, maupun CV VS Kerinci belum memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan warga, kerusakan tanggul, serta tuntutan ganti rugi yang mengemuka di masyarakat.