JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI - Proyek normalisasi Sungai Batang Merao yang menelan anggaran miliaran rupiah kini menuai sorotan keras dari warga. Normalisasi yang dikerjakan di sepanjang alur sungai wilayah Desa Tanjung Pauh Mudik hingga Tanjung Pauh Hilir itu diduga tidak dilakukan secara maksimal dan cenderung hanya bersifat formalitas.
Di lapangan, warga masih menemukan banyak pulau pasir dan endapan sedimentasi yang menumpuk di tengah alur sungai. Endapan tersebut diduga tidak tersentuh pengerukan alat berat, meski proyek normalisasi telah berjalan selama beberapa hari terakhir.
Temuan ini memicu kekecewaan sekaligus tanda tanya besar di tengah masyarakat. Normalisasi yang seharusnya memperdalam dan melancarkan aliran sungai justru dinilai hanya menyisir bagian tepi, sementara sedimentasi di tengah sungai dibiarkan utuh.
“Kalau pulau pasir masih berdiri di tengah sungai, di mana letak normalisasinya? Ini terkesan hanya formalitas—alat berat diturunkan, proyek seolah berjalan, tapi hasilnya nihil,” kata Ega Roy, salah seorang warga, dengan nada kesal.
Warga menilai proyek yang digadang-gadang sebagai solusi pengendalian banjir tersebut terkesan asal jadi dan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan. Mereka khawatir, jika sedimentasi tidak dibersihkan secara menyeluruh, ancaman banjir tetap akan menghantui saat debit air sungai meningkat.
Masyarakat pun mendesak pihak terkait agar turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Selain itu, warga menuntut transparansi pelaksanaan proyek, mulai dari volume pengerukan hingga titik-titik yang benar-benar menjadi sasaran normalisasi.
“Ini uang rakyat, nilainya miliaran. Jangan sampai proyek besar hanya jadi proyek ‘gugur kewajiban’, tapi manfaatnya tidak dirasakan masyarakat,” tegas Ega Roy.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait masih adanya sedimentasi di tengah Sungai Batang Merao.
Warga berharap pengawasan diperketat dan proyek normalisasi benar-benar dilaksanakan sesuai perencanaan, bukan sekadar meninggalkan jejak alat berat tanpa dampak nyata bagi masyarakat.











Social Plugin