JAMBIKLIK.ID, JAMBI — Program Pesantren Ramadhan dinilai menjadi salah satu solusi strategis dalam membentuk karakter anak usia dini hingga remaja di tengah meningkatnya tantangan era digital yang memengaruhi perilaku, kesehatan mental, serta pola interaksi sosial generasi muda.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat membawa dampak ganda. Di satu sisi memudahkan akses informasi, namun di sisi lain memunculkan berbagai persoalan seperti kecanduan gawai, menurunnya interaksi sosial langsung, gangguan konsentrasi belajar, hingga meningkatnya risiko perundungan digital dan paparan konten negatif. Kondisi ini mendorong lembaga pendidikan bersama orang tua untuk mencari metode pendidikan alternatif yang mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter.
Salah satu program yang dinilai efektif adalah Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Diniyyah Al-Azhar. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama semata, tetapi dirancang sebagai sistem pendidikan terpadu selama bulan suci dengan penekanan pada pembinaan mental, spiritual, sosial, dan kedisiplinan peserta didik.
Konsep Tarbiyah Ramadhan atau pendidikan diri selama bulan puasa menjadi fondasi utama pelaksanaan program. Melalui rangkaian ibadah puasa, salat berjamaah, kajian keislaman, serta aktivitas sosial, siswa dilatih mengendalikan diri, meningkatkan empati, dan menumbuhkan kebiasaan positif yang diharapkan terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.
Program ini menghadirkan berbagai kegiatan terstruktur seperti kajian karakter menjelang berbuka, ifthar berjamaah, kultum siswa, tarawih bersama, hingga kegiatan sosial berbagi makanan kepada masyarakat. Selain itu, peserta juga dibekali buku agenda ibadah sebagai alat evaluasi serta sertifikat penilaian berdasarkan kehadiran, keaktifan, dan partisipasi selama kegiatan berlangsung.
Agenda unggulan lainnya adalah wisuda tahfidz yang dilaksanakan setiap 17 Ramadhan bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an. Kegiatan ini menjadi momentum motivasi bagi peserta untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi positif dalam bidang keagamaan.
Penyelenggara menilai pendekatan ini efektif mengalihkan perhatian anak dari ketergantungan gadget menuju aktivitas spiritual dan sosial yang lebih bermakna. Pesantren Ramadhan juga dinilai menjadi sarana penting memperkuat kolaborasi pendidikan antara sekolah dan keluarga dalam membentuk karakter generasi muda.
Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari tantangan, seperti keterbatasan waktu orang tua dalam mengantar anak serta kondisi fisik peserta menjelang waktu berbuka. Namun hambatan tersebut justru dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran kedisiplinan dan ketahanan diri.
Dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan nilai agama, kedisiplinan, serta kepedulian sosial, Pesantren Ramadhan diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri moral maupun spiritual.(*)













Social Plugin