JAMBIKLIK.ID, BUNGO – Momentum Ramadan 2026 kembali dimanfaatkan oleh Dr. Hj. Elviana, M.Si untuk mempererat silaturahmi bersama masyarakat. Tradisi buka puasa bersama yang digelar di kediaman Pak Ayatul, Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kabupaten Bungo, kembali berlangsung hangat dengan dihadiri keluarga, insan media, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan ini bukan tradisi baru. Sejak 2014, rumah Pak Ayatul telah menjadi pusat pertemuan tahunan setiap Ramadan, bahkan sejak Elviana masih menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan. Hingga kini, agenda tersebut tetap dipertahankan sebagai ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat.
Elviana menegaskan bahwa acara buka puasa bersama tersebut tidak berkaitan dengan program bantuan tertentu, melainkan murni kegiatan sosial. Ia menilai tradisi ini memiliki nilai penting dalam menjaga komunikasi dan kedekatan antara masyarakat, tokoh daerah, serta kalangan media.
“Sekarang kita fokus buka puasa bersama untuk menjalin silaturahmi yang manfaatnya tidak ternilai,” ujarnya.
Selain membahas tradisi tahunan itu, pertemuan juga diisi diskusi mengenai program bantuan pemerintah yang selama ini kerap disalahartikan publik. Ia menjelaskan bahwa program tersebut bukan khusus diperuntukkan bagi daerah 3T, melainkan ditujukan bagi wilayah terisolir atau daerah yang memiliki keterbatasan akses, terutama yang jumlah muridnya di bawah 1.000 orang.
Program bantuan tersebut dibagi dalam dua kategori utama, yakni wilayah aglomerasi dan daerah tersisa atau terpencil. Wilayah aglomerasi merupakan daerah dengan akses relatif terpusat, sedangkan kategori terpencil mencakup wilayah dengan jumlah penduduk atau peserta didik yang sangat terbatas.
Untuk wilayah terpencil, pembangunan fasilitas pendidikan dapat dilakukan oleh yayasan maupun melalui program khusus, dengan penetapan Surat Keputusan tetap berada di tingkat pusat. Program ini juga mencakup bantuan makanan bergizi dengan standar menu harian yang telah ditentukan pemerintah, seperti nasi dan ayam, telur, ikan, hingga variasi menu lain sepanjang pekan.
Menurut Elviana, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan gizi penerima manfaat, khususnya pelajar di daerah yang aksesnya terbatas. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menolak program bantuan pemerintah selama bertujuan meningkatkan kesejahteraan.
Ia menambahkan, jika terdapat penolakan terhadap bantuan, kemungkinan ada faktor tertentu yang melatarbelakanginya. Namun demikian, ia menekankan pentingnya memahami manfaat program secara utuh sebelum mengambil sikap.
Tradisi buka puasa bersama di rumah Pak Ayat pun dinilai tidak sekadar agenda tahunan, melainkan wadah memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat dan para pemangku kepentingan daerah.
(Ari Widodo)












Social Plugin