Polisi Ingatkan Bahaya Child Grooming: AKP Dr Winarno Minta Orang Tua Lebih Waspada di Dunia Nyata dan Digital

 

Jambiklik.id, Bungo  — Kapolsek Polsek Pelepat Ilir, AKP Dr Winarno, mengeluarkan imbauan khusus kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan child grooming, terutama yang marak terjadi melalui media sosial dan platform digital.

Dalam himbauan yang disebarkan, Selasa (24/2/2026), ia menegaskan bahwa child grooming merupakan bentuk manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku dengan cara mendekati anak secara halus untuk memperoleh kepercayaan sebelum melakukan eksploitasi.

Menurutnya, pelaku biasanya menyamar sebagai sosok ramah atau “teman baru” yang memberi perhatian berlebih. Kondisi tersebut berbahaya karena anak sering tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi target kejahatan.

“Perhatian yang tampak baik bisa berubah menjadi ancaman serius jika tidak diawasi. Karena itu orang tua harus aktif memantau aktivitas anak, baik di dunia nyata maupun digital,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Dengan komunikasi yang baik, anak akan lebih berani bercerita jika mengalami hal mencurigakan atau merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan seseorang.

Selain itu, edukasi tentang batasan diri dan privasi dinilai menjadi langkah pencegahan utama. Anak perlu diajarkan untuk tidak mudah memberikan data pribadi, foto, atau informasi keluarga kepada orang yang baru dikenal, terutama di internet.

Kapolsek menambahkan bahwa pengawasan tidak berarti membatasi kebebasan anak, melainkan bentuk perlindungan agar mereka tetap aman dalam berinteraksi. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi kejahatan digital terhadap anak.

“Kejahatan ini sering terjadi tanpa disadari. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting untuk mencegahnya sejak dini,” ujarnya.

Pihak kepolisian berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga kasus eksploitasi anak akibat grooming dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda.

(Ari)