Pelayanan RSUD Hanafie Disorot, Rully Desak Bupati Copot Plt Dirut: "Ini Bukti Gagal Pimpin!"

 


JAMBIKLIK.ID, MUARA BUNGO — Sorotan terhadap buruknya pelayanan di RSUD H. Hanafie Muara Bungo kian memuncak. Keluhan masyarakat terus bermunculan, mulai dari sikap tenaga kesehatan hingga pelayanan dasar yang dinilai jauh dari standar layak.

Sejumlah keluarga pasien mengaku kecewa dengan sikap perawat di beberapa ruangan yang dinilai tidak ramah dan kurang responsif. Tak hanya itu, perilaku petugas kebersihan yang dianggap tidak sopan turut memperburuk citra pelayanan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Situasi semakin memanas setelah beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan kosongnya ruang pelayanan rontgen. Peristiwa itu dialami oleh Endang, atau yang akrab disapa Cik Endang, saat membawa istrinya berobat pada Jumat pagi (17/4/2026).

Saat itu, istrinya diminta menjalani pemeriksaan rontgen lanjutan. Namun, setibanya di ruang rontgen, tidak satu pun petugas terlihat berjaga. Kondisi ruangan yang kosong tanpa tenaga medis tersebut direkam dan langsung memicu reaksi publik.

Kondisi ini memantik kritik keras dari tokoh masyarakat Bungo, Rully. Ia menilai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD H. Hanafie, Safaruddin Matondang, gagal menjalankan fungsi kepemimpinan secara maksimal.

“Ini bukan lagi sekadar persoalan teknis. Ini soal manajemen dan tanggung jawab. Kalau pelayanan dasar saja tidak berjalan, ini bukti nyata lemahnya kepemimpinan,” tegas Rully.

Menurutnya, rangkap jabatan Safaruddin sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo sekaligus Plt Direktur RSUD berpotensi besar mengganggu fokus dalam mengelola rumah sakit.

“Tidak bisa setengah-setengah. Rumah sakit butuh pemimpin yang fokus penuh, bukan yang terbagi-bagi,” tambahnya.

Rully pun secara tegas mendesak Bupati Bungo untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk mencopot Plt Direktur RSUD H. Hanafie dari jabatannya.

“Jangan tunggu masalah makin besar. Ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat. Harus ada tindakan tegas. Copot jika memang tidak mampu,” tegasnya lagi.

Ia menekankan bahwa RSUD H. Hanafie merupakan fasilitas vital dan kebanggaan masyarakat Bungo yang seharusnya dikelola secara profesional.

“Rumah sakit ini bukan tempat coba-coba. Harus dipimpin oleh orang yang siap, profesional, dan benar-benar mampu memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.

(Redaksi)