SPBU Pelayang Raya Buka Pengisian Bio Solar Pukul 02.00–05.00 WIB, Diduga Hanya Layani Travel Tertentu?

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA SUNGAI PENUH – Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di SPBU Pelayang Raya menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pengisian Bio Solar disebut hanya dilayani pada dini hari, yakni mulai pukul 02.00 WIB hingga 05.00 WIB.

Informasi tersebut disampaikan oleh seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, kebijakan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu terakhir.

Sumber itu menyebutkan bahwa pada jam operasional tersebut, pengisian Bio Solar diduga hanya diperuntukkan bagi kendaraan travel tertentu, yakni KWE dan Safa Marwa. Sementara kendaraan lain disebut tidak diperkenankan melakukan pengisian BBM bersubsidi tersebut.

Selain itu, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan pengisian Bio Solar pada waktu tersebut dikabarkan harus terlebih dahulu melalui proses pendaftaran. Bahkan, muncul dugaan bahwa pendaftaran tersebut dilakukan dengan sejumlah biaya, meski informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

“SPBU buka untuk Bio Solar dari jam 2 sampai jam 5 subuh. Yang boleh mengisi hanya travel tertentu. Kalau yang lain ingin mengisi harus melalui pendaftaran. Ada dugaan pendaftaran menggunakan uang, tetapi itu belum bisa dipastikan. Sistem ini sudah berjalan sekitar dua minggu,” ujar sumber tersebut.

Informasi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat terkait mekanisme penyaluran BBM bersubsidi yang seharusnya dilakukan sesuai ketentuan dan dapat diakses oleh konsumen yang berhak.

Selain mempertanyakan mekanisme pengisian, sejumlah masyarakat juga meminta pihak terkait, termasuk instansi pengawas dan aparat berwenang, untuk melakukan pemeriksaan terhadap sistem distribusi Bio Solar di SPBU tersebut. Mereka berharap adanya penelusuran dan klarifikasi guna memastikan tidak ada pelanggaran aturan maupun perlakuan khusus dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Masyarakat menilai pemeriksaan perlu dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik serta untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi maupun klarifikasi dari pihak SPBU Pelayang Raya terkait informasi tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut.