JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI – Wisuda ke-XII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Tahun Akademik 2025/2026 tidak hanya menjadi momen pengukuhan 538 wisudawan dan wisudawati, tetapi juga menandai semakin kuatnya langkah kampus tersebut menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci.
Hal itu disampaikan Rektor IAIN Kerinci, Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Perpustakaan Digital IAIN Kerinci. Menurutnya, proses alih status IAIN menjadi UIN terus menunjukkan perkembangan yang positif.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Agama Republik Indonesia, IAIN Kerinci masuk dalam lima perguruan tinggi yang dinyatakan memenuhi persyaratan dari 15 perguruan tinggi yang mengajukan perubahan status kelembagaan.
“Perjalanan menuju UIN bukan hanya cita-cita kampus, tetapi juga harapan masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, alumni, dan seluruh stakeholder sangat besar dalam mendorong terwujudnya UIN Kerinci,” ujar Jafar Ahmad.
Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh yang selama ini aktif mengawal proses pengembangan kampus.
Rektor optimistis proses transformasi tersebut dapat segera terealisasi. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, status UIN Kerinci ditargetkan dapat terwujud paling lambat pada tahun 2027 atau awal 2028.
Transformasi menjadi UIN dinilai akan membawa dampak strategis bagi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Selain memperluas pilihan program studi, perubahan status tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Sebagai bagian dari penguatan institusi, IAIN Kerinci juga mengumumkan rencana pembukaan Program Doktor (S3) pada Program Studi Islam dan Program Studi Pendidikan Agama Islam. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapasitas akademik kampus sekaligus memperkuat kesiapan menuju status universitas.
“Pembukaan program doktoral merupakan bagian dari penguatan kapasitas akademik kampus. Ini menjadi salah satu indikator kesiapan IAIN Kerinci dalam menyongsong perubahan status menjadi UIN,” katanya.
Prosesi wisuda turut dihadiri Bupati Kerinci, Wali Kota Sungai Penuh, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai mitra strategis. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti kuat bahwa transformasi IAIN Kerinci menuju UIN mendapat dukungan luas dari berbagai elemen daerah.
Dengan dikukuhkannya 538 lulusan pada tahun ini, IAIN Kerinci kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam yang terus berkembang di Provinsi Jambi. Wisuda ke-XII tidak hanya menjadi perayaan akademik, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita besar lahirnya UIN Kerinci sebagai kebanggaan masyarakat Kerinci, Sungai Penuh, dan Provinsi Jambi.











Social Plugin