JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci diwarnai persoalan serius. Sejumlah titik di pinggir jalan desa dipenuhi tumpukan sampah yang menggunung, menciptakan pemandangan yang memprihatinkan.
Pantauan di lapangan, kondisi ini terlihat di beberapa desa, seperti Semerap, Tanjung Pauh (Kecamatan Danau Kerinci Barat), Sungai Hangat, hingga Tanjung Syam (Kecamatan Bukit Kerman).
Ironisnya, keberadaan sampah yang dibiarkan menumpuk mencederai citra Kerinci sebagai ikon wisata Provinsi Jambi. Pemandangan kumuh ini kontras dengan upaya pemerintah daerah yang terus mempromosikan Danau Kerinci dan keindahan alam sekitarnya sebagai daya tarik utama wisatawan.
“Bayangkan, wisatawan datang untuk berlibur, tapi yang mereka temui justru tumpukan sampah di pinggir jalan. Malu rasanya. Ini mencoreng nama baik daerah,” ujar Aldo, salah seorang warga.
Keluhan serupa juga disampaikan Eva, warga Danau Kerinci Barat. “Kami sudah melapor, tapi sampah tidak juga diangkut. Bau menyengat sekali, padahal sekarang banyak orang luar yang datang. Seharusnya pemerintah lebih sigap, apalagi ini momen penting nasional,” katanya.
Warga menilai jika persoalan kebersihan tidak segera ditangani, maka Kerinci bisa kehilangan daya tarik sebagai destinasi wisata unggulan di Jambi.
“Kebersihan adalah wajah pertama suatu daerah. Kalau soal sampah saja tidak terurus, bagaimana bisa kita disebut tujuan wisata andalan?” tegas Roni, tokoh masyarakat dari Sungai Hangat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut. Masyarakat pun mendesak agar solusi cepat segera diambil, demi menjaga nama baik Kerinci sebagai ikon pariwisata Jambi.



















Social Plugin