Normalisasi Sungai Diduga Tak Tuntas, Jembatan Tanjung Pauh Mudik Terancam

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI - Program normalisasi sungai batang merao di Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, kini menuai tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasca proyek yang diduga dikerjakan oleh PT Wika, kondisi di bawah jembatan desa justru terlihat memprihatinkan. Tumpukan tanah, kayu-kayu besar, serta sampah masih menyangkut dan terkesan dibiarkan tanpa penanganan lanjutan.

Alih-alih membuat aliran sungai semakin lancar, badan sungai justru tampak menyempit akibat sisa material proyek. Kayu dan sampah menekan tiang jembatan, sementara endapan lumpur menghambat arus air. Saat hujan deras turun, kondisi ini dikhawatirkan akan memperbesar tekanan arus dan berpotensi menggerus pondasi jembatan.

Kekhawatiran serius pun muncul di tengah masyarakat. Pertanyaan besar mencuat: apakah jembatan ini masih aman untuk dilintasi?

Warga menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar kelalaian teknis, melainkan telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada jembatan tersebut.

“Normalisasi katanya untuk mencegah banjir, tapi yang terjadi malah meninggalkan bahaya. Jembatan ini setiap hari dilewati warga untuk ke sawah dan mengangkut hasil panen,” keluh salah seorang warga.

Pekerjaan normalisasi sungai ini diduga hanya menyentuh bagian permukaan dan bibir sungai, tanpa pembersihan menyeluruh di titik-titik krusial seperti badan sungai dan bawah jembatan. Kondisi ini memicu dugaan kuat bahwa proyek normalisasi dilakukan sebatas menggugurkan kewajiban, tanpa memperhitungkan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan infrastruktur.

Masyarakat kini menanti sikap tegas dari instansi terkait. Evaluasi lapangan secara menyeluruh, pembersihan total material sisa proyek, hingga audit teknis terhadap pekerjaan normalisasi dinilai mendesak dilakukan sebelum potensi bencana benar-benar terjadi.

Warga menegaskan, jangan menunggu jembatan rusak atau korban berjatuhan baru bertindak. Normalisasi sungai seharusnya menjadi solusi keselamatan, bukan justru meninggalkan ancaman baru bagi masyarakat