Pengojek Padi di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik Pertaruhkan Nyawa, Jembatan Terancam Ambruk

JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI – Para pengojek padi di wilayah 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, terpaksa mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi mengangkut hasil panen. Mereka harus melintasi sebuah jembatan yang kondisinya memprihatinkan dan diduga terancam ambruk.

Dari pantauan di lokasi, terlihat tumpukan tanah, kayu, dan sampah menyumbat di sekitar tiang penyangga jembatan. Material tersebut menumpuk tepat di bawah konstruksi, menghambat aliran air dan berpotensi menggerus pondasi. Jika debit air meningkat, tekanan pada struktur jembatan dikhawatirkan semakin besar.

Padahal, pekan lalu telah dilakukan normalisasi oleh pihak kontraktor, PT WIKA. Namun warga menilai pembersihan tidak dilakukan secara maksimal, khususnya pada bagian krusial di tiang jembatan yang masih dipenuhi endapan material.

Sementara itu, para pengojek padi tampak sibuk memindahkan karung-karung berisi gabah hasil panen. Dengan sepeda motor yang dimodifikasi untuk mengangkut beban berat, mereka melewati akses tersebut karena jalur alternatif lain sangat jauh. Jika jembatan itu rusak atau putus, distribusi hasil pertanian dipastikan lumpuh.

“Satu-satunya jalan kami ya lewat sini. Mau tidak mau harus berani,” ujar salah seorang pengojek padi.

Menanggapi kondisi ini, Aktivis Kerinci, Ega Roy, mengecam keras dugaan kelalaian dalam pekerjaan normalisasi tersebut.

“Normalisasi itu bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Kalau tumpukan tanah dan sampah di tiang jembatan masih dibiarkan, itu artinya pekerjaan tidak tuntas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan nasib petani,” tegas Ega Roy.

Ia juga mendesak pihak pelaksana proyek untuk segera turun ke lapangan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Jembatan ini urat nadi ekonomi petani di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik. Jangan tunggu sampai ambruk dan memakan korban. Harus ada tindakan cepat dan tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.

Warga berharap ada langkah konkret secepatnya, mulai dari pembersihan total material di sekitar tiang jembatan hingga pengecekan kekuatan konstruksi. Jika dibiarkan, kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lebih parah bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan dan perekonomian masyarakat setempat.