Antara Event Internasional dan Realita Petani Kerinci



JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI - Pemerintah Kabupaten Kerinci akan menggelar ajang lari lintas alam bertaraf internasional bertajuk Kerinci 100 pada 4–5 April 2026. Event ini mengusung konsep The Highest Volcano in Indonesia dengan ketinggian 3.805 meter dan diikuti pelari dari berbagai negara.

Kegiatan ini menyediakan beberapa kategori lomba, mulai dari 12 kilometer, 30 kilometer, 70 kilometer hingga 100 kilometer, dengan titik start di Lapangan M10, Kayu Aro. Pemerintah daerah menyebut ajang ini sebagai upaya mendorong pariwisata dan memperkenalkan potensi alam Kerinci ke kancah internasional.

Namun di balik pelaksanaannya, sejumlah kritik muncul dari berbagai pihak. Salah satunya disampaikan oleh Ega Roy dari LSM Perisai Kobra yang menilai pemerintah daerah perlu lebih bijak dalam menetapkan prioritas pembangunan.

“Event ini memang bagus untuk promosi daerah, tetapi pemerintah harus melihat kondisi masyarakat. Jangan sampai terlalu fokus pada kegiatan besar sementara kebutuhan dasar masyarakat, terutama petani, belum terpenuhi,” ujar Ega Roy.

Ia juga mengingatkan kembali slogan yang pernah digaungkan sebelum kepemimpinan saat ini, yakni “pejuang petani”. Menurutnya, komitmen tersebut seharusnya menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah.

“Petani masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari harga hasil panen hingga infrastruktur pertanian. Ini yang seharusnya menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Kritik ini mencerminkan harapan masyarakat agar pembangunan di Kabupaten Kerinci tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Meski demikian, pemerintah daerah diharapkan mampu menyeimbangkan antara pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga event internasional seperti Kerinci 100 dapat berjalan seiring dengan kemajuan daerah.