Bio Solar 9 Ton Raib dalam Dua Jam, Patroli Cukupkah Menjawab Keresahan Warga?

 

Ket Poto : Unggahan Media Sosial salah satu Netizen soal BBM Bio Solar(ist) 

JAMBIKLIK.ID, BERITA SUNGAI PENUH – Habisnya BBM bersubsidi jenis Bio Solar di SPBU Koto Lebu, Kota Sungai Penuh, hanya dalam waktu sekitar dua jam kembali memantik perhatian publik. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi.

Informasi mengenai cepat habisnya stok Bio Solar ramai beredar di media sosial. Salah satu akun Facebook, Ade Ade Putra Adelibas, mengunggah keluhan bahwa sebelum pukul 10.00 WIB stok Bio Solar di SPBU Koto Lebu sudah habis.

Dalam unggahannya, ia mempertanyakan kewajaran kondisi tersebut. Menurutnya, apabila kuota Bio Solar yang diterima SPBU mencapai sekitar 9 ton, maka tidak masuk akal jika seluruh stok habis hanya dalam kurun waktu dua jam.

Unggahan tersebut pun menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan apakah distribusi BBM bersubsidi telah berjalan sesuai ketentuan, mengingat Bio Solar diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.

Masyarakat berharap pihak Pertamina, pengelola SPBU, dan aparat penegak hukum dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi. Mereka juga meminta pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi diperketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Kerinci AKP Very Prasetyawan mengatakan pihaknya terus melakukan upaya pengawasan dan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Terus meningkatkan giat patroli dan melakukan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan BBM subsidi,” ujar AKP Very Prasetyawan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap pengawasan di lapangan dapat berjalan lebih efektif. Warga menilai, jika patroli dan penindakan telah rutin dilakukan, maka distribusi BBM bersubsidi seharusnya dapat berlangsung lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU Koto Lebu maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab habisnya stok Bio Solar dalam waktu singkat tersebut. Masyarakat pun masih menunggu penjelasan resmi agar polemik yang berkembang tidak terus memunculkan keresahan di tengah publik.