Kabut Asap Kepung Kerinci, LSM Perisai Kobra Sentil Pemkab: Jangan Terlalu Sibuk Seremonial!

 


JAMBIKLIK.ID, BERITA KERINCI – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kondisi tersebut memunculkan keluhan masyarakat, terutama terkait kualitas udara dan gangguan kesehatan yang dirasakan warga.

Di tengah kondisi tersebut, sorotan terhadap arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Kerinci mulai mencuat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perisai Kobra menilai pemerintah daerah perlu lebih mempertajam skala prioritas dan tidak terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial.

Sorotan tersebut salah satunya diarahkan terhadap rencana Festival Kopi Kerinci Tanah Surga yang akan digelar pada 19–20 September 2026 di Kayu Aro.

Ega Roy dari LSM Perisai Kobra menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan kegiatan festival maupun promosi potensi kopi Kerinci. Namun, pemerintah daerah dinilai harus mampu melihat persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

“Kami bukan anti-festival dan bukan anti-pariwisata. Festival kopi silakan dilaksanakan. Tetapi pemerintah harus mampu membaca situasi. Ketika masyarakat sedang berhadapan dengan kabut asap, jangan sampai masyarakat melihat pemerintah lebih sibuk dengan acara seremonial daripada menyelesaikan persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar mereka,” ujar Ega Roy.

Menurut Ega, kegiatan promosi daerah memang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat apabila dilaksanakan secara tepat dan berkelanjutan. Namun, pembangunan tidak semestinya hanya terlihat dari banyaknya acara dan kemeriahan kegiatan.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya panggung, spanduk dan acara seremonial. Masyarakat juga membutuhkan udara yang bersih, lingkungan yang aman, pelayanan kesehatan yang cepat dan pemerintah yang hadir ketika terjadi persoalan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan sejauh mana manfaat kegiatan seremonial tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya petani kopi dan pelaku UMKM.

“Kalau memang festival ini bertujuan menyejahterakan petani, buktikan setelah festival. Berapa harga kopi petani naik? Berapa produk petani yang terserap? Berapa pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat? Jangan hanya ramai saat acara, setelah itu petani kembali menghadapi persoalan yang sama,” kata Ega.

Ega menambahkan, persoalan kabut asap semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain penanganan ketika asap sudah menyelimuti permukiman, langkah pencegahan dan pengawasan terhadap kebakaran hutan dan lahan juga harus diperkuat.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah dalam persoalan yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai Kerinci sibuk membangun citra lewat berbagai festival, sementara persoalan mendasar masyarakat justru berjalan tanpa penyelesaian. Pemerintah harus menunjukkan mana yang menjadi prioritas ketika masyarakat sedang membutuhkan perlindungan,” pungkas Ega Roy dari LSM Perisai Kobra.